Saatnya MUSDUK untuk Rujukan RKP tahun 2019

Sesuai dengan mekanisme tahunan penyelenggaraan Pemerintahan di Desa mulai menyelenggarakan Musyawarah Dukuh yang diprakarsai oleh Kamituwo bermitra dengan anggota BPD dari wilayah dukuh masing-masing desa. Musduk merupakan salah satu bentuk pembelajaran kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kegiatan Pemerintahan Pembangunan dan Pelayanan Umum mulai dari perencanaan sampai dengan Pembuatan Laporan dan Evaluasi. Ketika Musyawarah dimasing – masing dukuh dapat terselenggara, maka setidaknya  masyarakat setempat telah menyalurkan aspirasinya dan ikut  berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Pemerintahan Pembangunan dan Pelayanan Umum, yang pada akhirnya pemberdayaan kepada masyarakat betul-betul dapat diwujudkan.

Seiring dengan dilaksanakan Musyawarah dukuh, maka anggota BPD yang merupakan wakil dari dukuh dapat menampung aspirasi warganya, apa yang menjadi keinginan warga sepanjang itu tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, maka BPD wajib menampung yang selanjutnya akan dijadikan rujukan oleh penyusun Draff RKP. Sekedar mengingatkan kepada  Kamituwo, BPD dan juga Sekretaris desa se Kecamatan Sampung untuk segera menindaklanjuti Program penyusunan RKP tahun 2019, hal ini jika tidak segera di tindaklanjuti maka akan berdampak pada molornya program yang telah dicanangkan. Tentu kita juga menyadari betapa sibuk dan padatnya kegiatan, namun ingat bahwa hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk berlama-lama dalam menyelesaikan tugas-tugas wajib yang silih berganti terus menanti di depan kita.

Menyadari akan hal itu, maka kerja team adalah suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan, artinya jangan sampai kegiatan seperti ini dipercayakan kepada salah seorang staf atau bahkan sampai melibatkan pihak ketiga untuk menyelesaikannya, kenapa demikian ? sebab kedepan tugas desa tidak semakin ringan tetapi semakin banyak ragam dan tuntutannya, jika kita terlena dengan hanya memandang DD dan ADD sebuah anugerah tanpa memperhatikan terhadap resiko yang dihadapi, maka yang terjadi adalah kemunduran bagi desa dan petaka bagi para pihak yang terlibat(anifa)