Sumoro Bangun dan Tradisi Masyarakat Desa Carangrejo

Carangrejo adalah bagian dari wilayah Kecamatan Sampung, dimana Desa Carangrejo masyarakatnya mayoritas muslim yang selalu kompk dalam melaksanakan kegiatan  kegiatan kemasyarakatan baik yang berakar dari tradisi leluhur maupun yang berakar dari nilai agama yang mereka anut. Pada hari Jum’at Legi tanggal 17 Nopember 2017 bertepatan dengan tanggal 29 safar, diselenggarakan rangkaian kegiatan Haul Mbah Setono Pangon dan Mbak Doblang. Beliau adalah sesepuh sekaligus tokoh spiritual desa Carangrejo yang telah berjasa dalam memajukan pertanian melalui pembuatan parit dari Sumorobangun menuju persawahan desa Carangrejo.
Adapun rangkaian kegiatannya adalah  tirakatan yang dilaksanakan pada malam jum’at legi bulan safar yang diikuti oleh tokoh agama, tokoh adat tokoh masyarakat dan  juga komponen masyarakat lainnya, tentu Kepala Desa Carangrejo sebagai penanggung jawab kegiatan juga ikut hadir pada seluruh rangkaian kegiatan dimaksud. Pada Jum’at Legi sebelum masuk sholat subuh, beberapa panitia dan tokoh masyarakat telah meninggalkan desa Carangrejo menuju bendungan Sumorobangun di Desa Biting Kecamatan Badegan. Tujuan mereka tiada lain kecuali meneruskan tradisi masyarakat Carangrejo untuk mengenang jasa Mbah Setono Pangon dan Mbah Doblang yang telah berjasa bagai masyarakat desa Carangrejo. Sebelum matahari tertib, mereka menyembelih Kambing untuk selanjutnya dimasak dilokasi yang nantinya akan dijadikan hidangan setelah terlaksanaka genduren.
Hadir dalam acara genduri tersebut Drs.H Fadhlal,M.Si selaku Camat sampung beserta rombongan, serta Cabamat Badegan sebagai pemanguku wilayah di lokasi bendungan Sumorobangun.Setelah mbah modin menyampaian niat dan hajatnya masyarakat selanjutnya kepala desa Carangrejo menberikan sambutan laporan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tradisi turun menurun, untuk itu sebagai Kepala Desa, saya memfasilitasi apa yang diinginkan oleh warga sepanjang itu perbuatan yang mulia dan tidak bertentangan dengan aqidah agama yang mereka anut.
Sementara Drs. Fadhlal,M.Si selaku Camat Sampung memberikan sambutan sekaligus mengingatkan kepada undangan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah Yang Maha Kuasa atas limpahan rizqi kepada masyarakat, begitu juga sebagai bentuk terima kasih kepada tokoh perjuangan masa lalu yang telah membuat farit secara monomental melalui “teken yang diseret ” dari sumorobangun menuju perairan sawah di desa Carangrejo. Untuk itu kepada Kepala Desa dan seluruh undangan yang hadir agar kegiatan ini dikemas lebih baik dengan tetap mengedepankan semangat rlegius namun dikemas nuansa wisata, sehingga kedepan akan menjadi destinasiwisata relegi di Kecamatan Badegan dan Sampung, mengingat rangkaian kegiatannya disamping mengadakan doa bersama di lokasi bendungan juga di makam Mbah Setono Pangon. Untuk menjadikan kegiatan ini semakin meriah dan diminati banyak orang yang akan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi maka perlu dikemas dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang ada di desa, utamanya agar kegiatan ini masuk di APBDES setiap tahun.